Implementasi IoT (Internet of Thing) dan Mikrokontroller untuk Telemedicine

Teknologi (Internet of Thing) IoT dan Mikrokontroller untuk Telemedicine (Monitoring Detak Jantung dan Suhu Tubuh Manusia)

Posted by Faridah Nabilah Uthami on February, 04 2019

Perkembangan teknologi yang berkembang pesat memudahkan manusia untuk melakukan aktivitas secara mudah tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan banyak materi. Ditambah lagi dengan adanya teknologi telemedicine berbasis mikrokontroller dan IoT, tuntutan untuk  menciptakan suatu alat yang berguna dan mudah digunakan akan semakin bertambah. Mikrokontroller merupakan sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya.

Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah tersedianya RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkasMikrokontroller tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori, dan I/O terintegrasi menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini yang dapat bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem. Mikrokontroller tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori, dan I/O terintegrasi menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini yang dapat bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.

Agar teknologi berbasis mikrokontroller dapat terhubung ke jaringan internet dan dapat diakses dengan menggunakan smart phone dibutuhkan teknologi IoT, IoT merupakan teknologi dalam industry 4.0, IoT merupakan singkatan dari Internet of Things yaitu sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet. Manfaat telemedicine dalam perealisasian alat ini sangat berguna bagi penggunanya dimana tanpa penerapan telemedicine, masyarakat membutuhkan materi dan waktu yang berlebih untuk menempuh jarak ke rumah sakit dalam tujuan memeriksa kesehatan. Telemedicine memudahkan masyarakat untuk melakukan cek kesehatan jarak jauh tanpa harus mengunjungi rumah sakit yang dituju.

Kebutuhan masyarakat akan teknologi yang membantu manusia dalam melakukan aktivitas dalam dunia kesehatan sangat dibutuhkan untuk menghemat waktu dan materi yang dihabiskan, terlebih jika masyarakat harus menunggu antrian yang cukup panjang di rumah sakit. Berbagai solusi dengan memanfaatkan teknologi ditemukan dan diterapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kemudahan untuk melakukan aktivitas dalam dunia kesehatan. Masyarakat membutuhkan teknologi yang mudah digunakan dan dapat kapan saja digunakan. Perihal banyaknya masyarakat yang menyukai olahraga, mereka perlu mengetahui bahwa memperhatikan denyut jantung cukup penting sebelum mereka akan melakukan olahraga karena dengan memperhatikan denyut jantung sebelum olahraga dapat mengoptimalkan olahraga yang dilakukan, mendeteksi suhu tubuh juga perlu dilakukan untuk mengetahui indikator level kesehatan seseorang. 

Pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit atau beats per minute (BPM). Jika didapatkan denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat, pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih baik kebugaran kardiovaskularnya dan untuk suhu tubuh yang normal bisa berada di antara 36,5-37,2 derajat Celcius sehingga orang dewasa dengan suhu tubuh 39,4 derajat Celcius dan anak-anak dengan suhu tubuh 38 derajat Celcius disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter

Mendeteksi denyut jantung perlu dilakukan karena kondisi kebugaran tubuh berdampak pada denyut jantung/denyut nadi rata-rata seseorang, semakin tinggi denyut jantung saat beristirahat mengindikasikan semakin berat kerja jantung, sehingga bisa mengindikasikan risiko masalah kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan darah tinggi. Suhu tubuh manusia juga perlu di ketahui karena jika suhu tubuh manusia tinggi dan berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan merusak organ tubuh secara permanen, seperti otak. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan penanganan medis secepatnya.

Untuk menunjang kebutuhan masyarakat mendeteksi denyut jantung dan suhu tubuh, diperlukan suatu sistem pendeteksi denyut jantung yang mudah digunakan dan bisa digunakan kapan saja, terlebih di jaman sekarang hampir setiap orang menggunakan smartphone yang mereka bawa kemana saja, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di smart phone, sistem monitoring denyut jantung dan suhu tubuh dapat diterapkan dengan mengkombinasikan teknologi berbasis mikrokontroller, IoT dan pemanfaatan fasilitas smartphone dengan menggunakan sebuah aplikasi pada smartphone.

Latest posts